Easy, guys! I am a big fans of
him! He is one of my favorite musician.
Original:
“Aih,
tahu apa John Lennon?
Itulah
akibatnya jika mengambil kebijakan hidup dari sebuah poster.”
(Padang Bulan – Andrea Hirata)
Imagine there’s no heaven
It’s easy if you try
No hell below us
Above us only sky
Sama seperti lirik ini,
Jika surga dan neraka tak pernah ada
Masihkah kau bersujud kepada-Nya?
BEING MUSLIM
Assalaamu’alaikum Wr. Wb.
Dulu aku nggak pernah tertarik untuk tahu islam itu apa.
Yang aku tahu, semua teman-teman baik aku beragama islam, mereka
shalat, puasa ramadhan dan menyembah Allah.
Nggak pernah tertarik sampai suatu hari mama bilang, “De, Tuhan itu
Cuma satu, lho.”
Konsep “esa” ini membuka pikiran aku dan bikin penasaran.
Tuhan itu… satu.
Sederhana, kan?
Dengan angka mama memaparkannya.
Tapi konsep ini sungguh berani, mematahkan seluruh keyakinan yang ada
di bumi, yang rata-rata menyembah beberapa tuhan.
Semenjak itu, sering banget pergi ke perpustakaan sekolah dan pinjam
buku yang bikin teman-teman aku sedikit heran.
“Ensiklopedia Islam.”
Nah…di sini entah berapa kali nama “Muhammad SAW” disebut-sebut.
Dulu aku nggak tertarik sama Nabi umat muslim ini.
Waktu itu, aku baca banyak tentang beliau.
Dan terkagum-kagum dengan akhlak beliau.
Oh… jadi begini ya kira-kira karakter total dari seorang muslim?
Keren.
Terus aku baca tentang surga dan neraka.
Betapa aku ingin masuk surga.
Hingga aku berhenti di syarat memasukinya.
Seperti tamparan.
Seperti tamparan yang merangkul.
Lebih ramah dan hangat dari apapun yang pernah memasuki hatiku.
Lebih terang dan nyata.
Nggak ada keraguan untuk meyakininya.
Sekarang aku berkali-kali lipat lebih bahagia kalau lagi sama
teman-temanku.
Karena aku “sama” seperti mereka.
Sekarang aku mengerti ikatan yang lebih kental dari darah.
Karena keyakinan yang sama selalu dan akan selalu mengikat kami,
menyatukan persepsi kami,
dan menyamakan tujuan kami.
Sekarang aku berjilbab, dan…yaelah…masih nanya?
i am muslim !!!
Wassalaamu’alaikum Wr. Wb.
My best friend – Fransiska Devi Febriani
Imagine all the people
Living for today
O you who have believed, if there comes to you a disobedient one with information, investigate, lest you harm a people out of ignorance and become, over what you have done, regretful.
(Quran, Al Hujurat (49):6)
Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang seorang fasiq dengan membawa informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan.
(Quran, Al Hujurat (49):6)
Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang seorang fasiq dengan membawa informasi maka periksalah dengan teliti agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum karena suatu kebodohan, sehingga kalian menyesali perbuatan yang telah kalian lakukan.
(Quran, Al Hujurat (49):6)
Itu cerita salah satu sahabatku yang menjadi mualaf pada tahun 2009,
kami satu jurusan di STM Pembangunan, tapi beda kelas. Ibunya menjadi mualaf
lebih dulu, ayah dan kakak lelakinya masih dengan keyakinan awal keluarga
mereka. Secara personal, tiap aku berkunjung ke rumahnya, mereka adalah
keluarga yang sangat ramah.
Ada hal lucu, saat berita salah satu siswi jurusan Elektronika Industri
dan Komputer ada yang menjadi mualaf tersebar, ya mungkin mereka belum tahu
kalau siswi tersebut adalah Fransiska, sahabatku yang lain, Mpit yang sudah
sangat mengenalku selama lebih dari 2 tahun, bertanya dengan ragu,
“Itong (panggilan akrab
sahabat-sahabat dekatku)! Aku mau nanya tapi jangan tersinggung ya?”,
aku heran dan menjawab,
“Iya ada apa?”,
Mpit melanjutkan,
“Kamu mualaf sejak SMP, ya?”,
Aku kaget dan tertawa hingga sakit perut,
“Kata siapa, Mpit?”,
Temanku dengan ragu menyebutkan nama temanku yang lain,
“Kata Maylda, tapi jangan marah
sama dia, ya!”,
Maylda adalah teman sejak SMP, dia mengenalku sejak aku belum
menggunakan jilbab, aku masih terbahak-bahak,
“Ya ngapain marah, lucu aja,
mungkin dia pikir waktu aku pake jilbab aku jadi mualaf kali ya, soalnya Ninit
juga nyangka aku bukan muslim waktu awal kenal, mereka pikir aku keturunan Tionghoa (tidak bermaksud rasis)!”,
Ya sepertinya teman-teman SMP ku banyak yang salah sangka karena
penampilan fisikku, bahkan kakak lelakiku juga disangka bukan muslim, karena
kakakku berkulit bersih dan penampilannya rapih dibanding anak lain, mindset ku pun ter-setting bahwa saudara-saudara kita yang beragama Kristen selalu
berpenampilan elegan dan good looking
daripada yang lain. Aku mengagumi cara mereka menghargai penampilan diri sendiri.
Imagine there’s no countries
It isn’t hard to do
Nothing to kill or die for
And no religion too
I don’t agree to these lyrics
I had these words from my friend, WITHOUT GOD our days will be:
Sinday
Mournday
Tearsday
Wasteday
Thirstday
Fightday
Shatterday
Tuhan menurut Pidi
Baiq (Musisi, Dosen)
Karena ketika ada yang nanya : "Ayah kenapa tidak pernah masuk TV ??", saya selalu menjawab : "Saya lebih ingin masuk surga" (semua tertawa). Di alam semesta, Tuhan itu adalah zat aktif dan juga zat pasif. Sehingga buat aku, kadang terasa tidak ada (tidak nyata). Contohnya, ketika buku karya saya lagi dibaca sama orang yang berada di Bengkulu. Aku-nya mah tidak ada di Bengkulu, buku aku doang yang ada di Bengkulu. Aku ada di sana dalam bentuk opini, pemikiran, analisa aku, dan lain-lain. Contoh kedua, ketika aku memakai komputer, si Bill Gates-nya kan tidak ada di dalam komputer. Tapi Bill Gates ada sebagai zat pasif yang memberikan fasilitasnya pada aku. Kalau hasil design aku pake komputer itu jelek, aku tidak bisa menuduh Bill Gates, ya itu mah kemampuan aku-nya aja yang belum maksimal (topik bahasan ini penuh analogi, perlu dicermati secara khusus oleh pembaca).
Sumber : klik disini
Islam tidak disebarkan dengan kekerasan, Islam tidak disebarkan dengan pedang, dari sekitar 16 istilah untuk pedang dalam bahasa Arab, berapa kali istilah "pedang" disebutkan dalam Quran? NOL, tidak ada sama sekali.
Because of that, We decreed upon the Children of Israel that whoever kills a soul unless for a soul or for corruption (done) in the land - it is as if he had slain mankind entirely. And whoever saves one - it is as if he had saved mankind entirely. And our messengers had certainly come to them with clear proofs. Then indeed many of them, (even) after that, throughout the land, were transgressors.
(Quran, Al Maidah (5):32)
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan di muka bumi.
(Quran, Al Maidah (5):32)
TERRORIST HAS NO RELIGION!
George Sale menerjemahkan Quran secara benar, tidak ada kata yang
dibuat salah, padahal dia sangat membenci Islam. Ketika seseorang menyadari
suatu kebenaran, dan memang ingin menemukan kebenaran, orang akan berubah.
Gereja Katolik sudah ada sekitar 300 tahun sebelum Yesus lahir. Katolik
sebenarnya diawali di Roma oleh Alexander Agung. Arti dari kata “Katolik”
adalah “Universal”. Gereja universal untuk kekaisaran Roma. Orang yang tidak
bergabung di dalamnya tidak boleh menjadi warga Roma. Ajarannya bertentangan
dengan ajaran Yahudi dan bertentangan dengan ajaran Kristen Awal selama lebih
dari 200 tahun.
Mereka saling bertentangan secara diametrik, sedemikian hingga
orang-orang Roma membunuh para penganut Kristen awal. Di website mereka
tercantum bahwa mereka tidak mengadopsi Kristen sampai tahun 325. Silahkan cek
di Ensiklopedia Britannica, Americana dan yang lainnya.
Pada Agustus 325, dalam Konsili Nicea, pertama-tama mereka sepakat
mengubah tanggal lahir Yesus, agar sama dengan tanggal lahir Mithra, salah satu
dewa sembahan mereka.
Imagine all the people
Living life in peace
Inti pesan:
Muslim tidak dituntut untuk meng-Islam-kan orang, tetapi wajib
menyampaikan pesan Islami dengan CARA YANG BAIK, tidak dengan mendebat, apalagi
melecehkan non-Muslim. Dengan cara itulah Yusuf Estes, yang sekarang menjadi da’i Internasional, sudah ‘mengkondisikan’ sampainya hidayah Allah s.w.t pada ribuan
orang.
You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will be as one
"Jadi kamu adalah salah satu orang yang merasakan sakit perut pada suatu saat dan sedang berpikir pada saat selanjutnya. Spinoza menyatakan bahwa seluruh benda material dan segala sesuatu yang terjadi di seputar kita merupakan ungkapan Tuhan atau alam. Maka, semua pikiran yang kita pikirkan juga milik Tuhan atau alam. Sebab segala sesutau itu Satu. Hanya ada satu Tuhan, satu alam, atau satu Substansi." Jostein Gaarder - Sophie's World (394)
Kami juga mencintai Yesus dan
Musa seperti kalian, kami selalu menambahkan doa keselamatan setelah menyebut
nama mereka. Dan kami mengikuti ajaran mereka.
Kita punya banyak kesamaan, aku mahasiswi engineering yang selalu berurusan dengan rumus dan persamaan, sejak
sekolah terbiasa mencari persamaan matematis, bahkan mencari Persamaan
Differential, lalu untuk apa mencari perbedaan.
Seorang wanita non-Muslim bertanya: Aku pikir wanita dalam Islam
memakai hijab agar pria menghormati mereka, tapi aku melihat hijab sebagai
bentuk penindasan karena mengapa mereka harus menutupi diri mereka karena
kelemahan pria? Bukankah seharusnya mereka tetap dihormati (meski tak pakai
hijab)? Dapatkah kau menjelaskan tentang hijab dan apakah Maria harus memakai
hijab?
Bible-mu yang suci berfirman, “Paulus, Paulus, Paulus memberi tahu kamu
bahwa wanita harus menutupi kepalanya, jika wanita tidak mau menutupi
kepalanya, cukurlah rambut mereka.” (Korintus 11:6).
Sumber : Klik disini
Aku semakin mantap dengan hijabku setelah membaca Alkitab, ternyata
kita sama, tidak hanya wanita muslim yang wajib berhijab, bahkan seluruh wanita
agama lainpun. Smile
Imagine no possessions
I wonder if you can
No need for greed or hunger
A brotherhood of man
Tuhan telah menciptakan seluruh jagat raya dan Quran berfirman banyak
hal tentang berapa hari penciptaannya, gunung-gunung, ini dan itu, dan hidup
adalah ujian, dan seterusnya, pertanyaanku adalah: Jauh sebelum Tuhan menciptakan keseluruhan jagat
raya ini, sebelum dia memutuskan untuk menciptakan manusia, sebelum Dia
memutuskan untuk mengutus Nabi Muhammad, atau Adam dan Hawa, bahkan jauh
sebelum Dia berencana untuk melakukan semua ini, Dia sudah tahu hasil akhirnya,
Dia tahu pada akhirnya Dia akan kecewa dengan orang-orang tertentu dan Dia akan
melempar mereka ke dalam neraka, Dia tahu mereka akan dibakar, Dia tahu mereka
akan disiksa, dan disitulah mereka akan bertaubat atas kesalahan mereka.
Jauh sebelum Dia menciptakan seluruh jagat raya, Dia tahu bahwa
hasilnya akan menjadi buruk. Ini mungkin baik bagi orang-orang yang ada di
surga, tapi Dia tahu bahwa Dia bisa menyelamatkan orang-orang yang akan masuk
neraka, bahkan jauh sebelum Dia memutuskan untuk menciptakan. Tapi tetap saja
Dia memutuskan untuk menciptakan mereka, dengan segala logika Ketuhanannya.
Kenapa Dia melakukan itu?
Kesimpulan dari pertanyaannya adalah: Bagaimana mungkin Tuhan begitu
sadis, sehingga Dia tetap melanjutkan rencana-Nya padahal Dia tahu rencana-Nya
akan berakhir seperti itu?
Imagine all the people
Sharing all the world
Untuk suatu alasan jika aku percaya bahwa… Oke, Tuhan Maha Kuasa dan
segala tentangnya sungguh Agung, Tuhan Maha Besar. Kenapa Tuhan memaksa dalam
Quran, (Dia berfirman): “Lihatlah gunung-gunung, lihatlah proton, elektron, ini
dan itu, semuanya begitu sinkron, betapa mengagumkannya diri-Ku.” Kenapa Dia
memaksa kita untuk merasa takjub pada ciptaan-Nya sedangkan hal itu mudah
bagi-Nya? Maksudku, Dia hanya perlu mengatakan “Kun” dan selesai perkara.
Jadi mengapa seakan-akan ini hal besar ketika Tuhan menciptakan seluruh
jagat raya ini yang begitu menakjubkan, karena bagi Tuhan itu sangat mudah.
Jadi aku tidak merasa begitu kagum pada ciptaan-Nya. Dia bisa melakukan hal-hal
yang jauh melebihi ini.
Jadi aku tidak mengerti kenapa Dia ingin agar manusia menghormati apa
yang telah Dia lakukan atau merasa kagum dengan yang Dia lakukan.
Jawaban dari DR. Zakir Naik,
Tuhan tidak pernah kecewa sama sekali. Sekarang untuk menjawab
pertanyaanmu. Jika seorang guru memberikan ujian, jika dia adil, dia sedang
memberikan ujiannya, dia menulis di kertas ujiannya, “Berapakah 2+2?”
Murid yang berada di hadapannya menulis “5”. Gurunya bisa saja berkata
pada muridnya, “Ubahlah 5 menjadi 4.”
Apakah gurunya adil jika pada saat ujian dia membetulkan jawaban
muridnya?
Dia punya pilihan bahwa muridnya tidak
perlu menjalani ujian itu.
Untuk kasus itu, guru yang memberi tahu jawaban akan dirasa tidak adil
terhadap murid yang lain.
Tapi kenapa Tuhan tidak membuat
semua orang menjadi benar, tanpa kesalahan, tanpa kesesatan, tanpa perdebatan?
Tuhan bisa menciptakan sesuatu yang sempurna dan tidak salah, benar?
Tuhan telah menciptakan hal itu, Dia menciptakan para malaikat. Tuhan
menciptakan malaikat yang tidak pernah menentang perintah Tuhan. Tapi manusia
adalah ciptaan yang lebih baik daripada malaikat. Para malaikat tidak punya
kehendak sendiri. Malaikat adalah ciptaan Tuhan tapi bukanlah ciptaan yang
terbaik. Tuhan menciptakan manusia. Manusia punya kehendak bebas untuk
menentang Tuhan atau mengikuti Tuhan.
Jika kau memilih menjadi manusia, jika kau menentang perintah-Nya, kau
masuk neraka, jika kau mematuhi perintah-Nya, kau lebih baik daripada malaikat.
Karena malaikat tidak punya kehendak bebas dari diri sendiri, maka mereka
mengikuti Tuhan, dan ini tidak hebat.
Manusia adalah ciptaan yang lebih baik. Tuhan telah memberikan kehendak
bebas. Ini adalah pertanyaan yang berbeda bahwa Tuhan mengetahui… karena Dia
punya ilmu tentang masa depan. Dia jauh lebih unggul. Jadi Dia telah
menciptakan makhluk yang punya kehendak bebas. Kesalahannya ada pada manusia,
bukan Tuhan.
Tapi Tuhan menciptakan kita
dengan kesalahan itu.
Bukan kesalahan. Bukan kesalahan yang diciptakan, melainkan kehendak
bebas.
Kenapa Dia memberikan kita
kehendak bebas sedangkan Dia tahu bahwa Dia pada akhirnya akan mendapatkan
banyak orang di neraka?
Itu adalah ciptaan yang berbeda. Apakah kau mau menciptakan sesuatu
yang bisa berpikir sendiri atau… (terpotong oleh pertanyaan berikutnya)
Bagiku, tentu saja, jika aku punya kesempatan, aku ingin menjadi malaikat. Kenapa juga aku mau mengambil resiko…
Kesempatan kedua, Tuhan berfirman dalam Al-A’raaf (7):172, “bahwa Tuhan
telah mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah
berfirman: “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka semua setuju.”
Tuhan berfirman dalam surat Al-Hashr (59):21, “jika sekiranya Tuhan
mewahyukan Quran pada gunung, maka gunung itu akan runtuh.”
Tuhan berfirman pada surat Al-Ahzaab (33):72, ” bahwa manusialah yang
bodoh karena mengatakan, “Kami ingin menjadi manusia.”, kau dan aku. Kau dan
aku bodoh. Sekarang kau tidak bisa mundur. Sekali kau mengajukan diri untuk
menerima ujiannya.
Tidak ada yang bertanya padaku.
Mereka bertanya pada Adam dan Hawa.
Tidak, saudara! Quran berfirman, “Setiap manusia ditanya.” Kemudian
ingatan itu dihilangkan. Ingatan ini dihilangkan. Sebelum kita diciptakan jadi
manusia, Tuhan berfirman dalam Quran, “Apakah kau ingin menjadi manusia?” Jika
kau menjadi manusia, kau bisa mengungguli para malaikat, atau bisa lebih hina. Jika
kau tidak mau menjadi manusia, maka tidak apa-apa.”
Jadi Tuhan bertanya pada manusia dan Quran berfirman kita sebagai
manusia adalah bodoh. Kau dan aku bodoh. Kita bodoh karena memilih mengikuti
ujiannya. Sekarang, ketika kau sudah ikut ujiannya, jika kau mengikuti perintah
Tuhan atas kehendak bebasmu maka kau akan lebih mulia daripada malaikat. Jika
kau menentang Allah, kau menjadi lebih rendah daripada malaikat. Kita ingin
melewati ujiannya dengan keunggulan, kau dan aku.
Kau berkata, “Aku tidak ingat.” Tentu saja kau tidak akan ingat. Bahkan
aku juga tidak ingat. Tapi aku percaya pada Quran. Pada hari kiamat, Tuhan
berfirman, “Tidak ada satu manusia pun yang menentang pengadilan Tuhan.” Kau
akan tahu pada hari kiamat. Satu-satunya yang kita katakan adalah, “Tolong beri
kami kesempatan.” Dan Tuhan berfirman, “Sudah terlambat.”
Jadi jika kau ingin mendapat kesempatan baru, maka kau harus kembali ke
dunia lagi, begitu juga setiap orang. Jadi orang-orang yang gagal, dia tidak
bisa hanya mendapat kegagalan, jadi Quran berfirman, “Tidak satupun manusia
yang menentang keputusan Allah.”, mereka akan meminta, “Allah, berikan kami
satu kesempatan lagi.”, tapi Tuhan berkata, “Sudah terlambat.” Tuhan telah
memberikan kita kesempatan di dunia. Jika kau berbuat salah, Allah memberikanmu
kesempatan untuk memohon ampun. Kau bertaubat dan Allah memaafkanmu. Dan kau
berbuat salah lagi… begitu seterusnya. Ketika kau mati, tidak ada kesempatan
lagi.
Jadi berkenaan dengan pertanyaanmu, kenapa Tuhan menciptakan manusia?
Karena ini adalah ciptaan yang lebih baik. Setiap orang yang rasional, termasuk
kau, harus setuju bahwa makhluk yang punya kehendak bebas adalah ciptaan yang
lebih baik daripada makhluk yang tidak punya kehendak bebas. Hanya saja
pertanyaanmu bahwa kau tidak ingat, kau sangat benar. Ketika kau mati dan
dibangkitkan, pada saat itu kau dan aku akan menemui-Nya, maka pada saat itu
kita akan berkata, “Aku ingat.” Bahkan sekarang aku tidak mengingatnya.
Tapi percayalah pada Quran, karena Quran tidak pernah salah. Karena
secara ilmiah bahwa 80% Quran sesuai 100% dengan ilmiah, 20% masih ambigu,
tidak benar dan juga tidak salah. Jadi logikaku berkata, ketika 80% itu
semuanya 100% benar, dan bahkan tidak 0.01% dari yang 20% itu salah, jadi
logikaku mengatakan bahwa yang 20% ini pasti juga benar.
Aku adalah orang ilmiah, aku orang yang menggunakan logika, jadi aku
percaya pada pernyataan Quran, bahwa kita memilihnya. Jika kau tidak memilihnya
maka kau boleh mempertanyakan Tuhan: “Kenapa kau menjadikan aku sebagai
manusia?” Maka Tuhan akan disalahkan. Tapi Tuhan berfirman dalam Quran bahwa
kita itu ditanya. Gunung saja ketakutan, semuanya ketakutan tapi kita sebagai
manusia memilihnya.
Tapi apakah kau ingat pernah
ditanya?
Saudara, jika kau mendengar jawabanku, bahkan aku tidak ingat. Tapi
jika kau mengingatnya, dimana ujiannya? Bayangkan jika seorang guru mengajarkan
sesuatu padamu, kemudian sang guru memberikanmu bukunya. Gurumu berkata, “Kau
tidak boleh buka buku ketika ujian.” Jika guru itu berkata, “Oke, buka saja
bukunya dan jawablah ujiannya.” Maka dimana ujiannya? Setelah ujiannya
berakhir, kau bisa memeriksa dari bukunya atau tidak? Tentu bisa, saat telah
berakhir.
Jika kau berkata, “Guru, aku ingin melihat dari bukunya, aku tidak
ingat.”, “Tidak bisa.” Pada saat ujian, kau tidak bisa mengecek buku pelajaran,
itu namanya menyontek, benar? Jadi ketika ujiannya sudah berakhir, jika kau
tidak ingat, kau katakan pada Tuhan, “Kenapa ini tidak masuk akal?” tapi Quran
berfirman, “Tidak satupun manusia akan menentang pengadilan Tuhan.”
Dan aku adalah orang ilmiah, aku orang berlogika, berdasarkan
pengetahuanku pada ilmiah, berdasarkan logikaku, ketika aku membaca kitab-kitab
lain dan membaca Quran, aku lihat bahwa Quran adalah satu-satunya kitab agama
di muka bumi yang melewati ujian-ujiannya. Jadi dengan begitu aku yang
merupakan orang ilmiah, yang merupakan orang berlogika, aku setuju dengan
Quran, pernyataan Quran ini pasti benar.
Aku tidak ingat, itulah ujiannya, jika aku ingat maka dimana ujiannya?
Jadi itu menjawab bagian pertama dari pertanyaannya. Bagian pertama yang
menjawab bahwa Tuhan itu sadis.
Tuhan tidak sadis. Sebagai contoh, aku masuk universitas medis. Aku
ingin anak-anak sekolah ikut sekolah medis. Berapa banyak anak-anak sekolah
yang akan masuk universitas medis? Hanya sebagian, bukankah begitu? Hanya
sedikit. Tentu lebih kecil dari 5%. Atau mungkin hanya 1%. Jadi kenapa hanya 1%
yang bisa masuk ke kampus? Memang karena ini diperuntukkan untuk orang-orang
terpilih.
Begitu juga Tuhan menciptakan surga, Surga Firdaus. Tidak setiap orang
bisa masuk Surga Firdaus. Kenapa tidak bisa masuk surga? Kenapa tidak semua
orang bisa masuk universitas medis? Karena kapasitas manusia. Jika manusia
mampu dan punya pengetahuan untuk masuk kuliah mereka bisa masuk.
Itulah alasan kita diciptakan. Begitu juga, tidak setiap orang bisa
menjadi dokter. Hanya mereka yang punya kapasitas. Begitu juga, tidak setiap
orang bisa masuk surga Firdaus, tingkat surga yang tinggi. Kita harus berusaha.
Tuhan telah memberikanmu kapasitas. Jika kau tidak mengikuti petunjuk-Nya maka
kau tidak bisa (masuk surga). Jika kau mengikuti petunjuk-Nya untuk masuk
surga, maka ini sangat mudah.
Jika kau cerdas, maka sangat mudah. Jika kau cerdas dan jujur kepada
dirimu sendiri. Tapi jika kau tidak jujur pada diri sendiri, bahkan orang-orang
yang tidak cerdas bisa masuk surga. Satu-satunya hal adalah kau harus jujur. Tuhan
telah memberikan berbagai pilihan padamu tentang bagaimana cara mematuhi-Nya.
Sebagian orang menganggap dirinya pintar, aku memberitahukan mereka
bahwa mereka ekstra pintar. Jika mereka pintar, mereka akan melihat bahwa ini
sangat jelas. Sejelas hitam dan putih bahwa ini adalah firman Tuhan, dan kau
harus mengikuti-Nya. Itulah alasan mengapa Francis Bacon berkata, “Sedikit
pengetahuan menjadikanmu seorang Ateis. Pengetahuan yang mendalam menjadikanmu beriman
pada Tuhan.”
Jadi aku tidak akan mengatakan bahwa Tuhan itu sadis, aku katakan
kitalah yang bodoh karena telah memilih untuk mengikuti ujiannya. Bukan Tuhan.
Tuhan telah memberikanmu pilihan. Apa yang kita inginkan, kitalah yang
memilihnya. Jadi kitalah yang bertanggung jawab, bukan Tuhan. Tuhan tidak
sadis, kitalah yang bodoh. Itulah yang difirmankan Quran. Pada hari kiamat kau
akan tahu, insya Allah, kita berdua.
Insya Allah jika aku masuk surga, insya Allah, insya Allah, aku berdoa
kepada Tuhan dan bersyukur pada-Nya. Bahwa, “Aku adalah orang baik dan aku
memilih menjadi manusia.” Jika kita gagal, maka kita hanya menghancurkan diri
sendiri.
Pertanyaan kedua adalah: Kenapa Tuhan memberikan referensi tentang
gunung-gunung, bahwa Dia telah menciptakan ini, bagi-Nya ini mudah. Jadi kenapa
Dia berfirman seperti ini? Kau tahu apa yang difirmankan-Nya? Dia berfirman,
“Benda yang Kuciptakan dengan mudah ini, gunung-gunung akan runtuh, dan kau
sebagai manusia lebih unggul, jadi kenapa kau tidak memahami?”
Quran berfirman dalam surat Al-Hashr (59):21, “Seandainya Quran
diwahyukan kepada gunung, maka gunung akan runtuh.” Tapi bagi kita manusia,
tidak ada pengaruhnya. Dia memberikan contoh untuk menunjukkan bahwa benda-benda
yang begitu kuat, gunung yang telah diciptakan Tuhan pun tunduk, maka kenapa
manusia tidak? Dia mencoba memberikan contoh bahwa kita ini bodoh. Dia tidak
mencoba memuji diri-Nya sendiri, dan kapanpun kita mengatakan misalnya
“Allahuakbar (Allah Maha Besar)”, apakah kau pikir ini akan mengubah Allah?
Tidak. Saudaraku, mau kau mengucapkan Allahuakbar ribuan kali atau jutaan kali,
Dia tidak bisa menjadi lebih besar karena Dia sudah Maha Besar.
Alasan kita mengucapkan hal-hal ini karena sifat manusia kita, bahwa
kita mengikuti orang-orang yang terkenal, kita mengikuti orang-orang yang kita
puji. Misalnya, ibumu terkena serangan jantung. Ada orang tak dikenal di jalan
yang memberikanmu pengobatan. Dan kau mendengar bahwa spesialis jantung terbaik
di dunia adalah Dr. X. Sekarang apakah kau mendengarkan nasihat Dr. X atau
orang di jalan yang tidak kita ketahui? Tentu saja yang sudah kita kenal.
Jadi alasan kenapa dalan shalat, dalam hidup kita mengucapkan
Allahuakbar (Allah Maha Besar), Allah Maha Bijaksana, Allah Maha Berilmu,
kenapa? Hal ini tidak bermanfaat bagi Allah. Hal ini bermanfaat bagi kita.
Bahwa jika kita memuji-Nya maka kita mengikuti-Nya.
Hal ini bermanfaat bagi kita. Bahwa jika kita memuji-Nya maka kita
mengikuti-Nya. Jika kita mengikuti-Nya maka kita akan ke surga, bagi Allah ini
tidak ada artinya. Dengan begitu Allah berfirman, “Apakah kamu masih tidak
percaya? Apakah kamu masih tidak memahami?” Itu artinya Quran diwahyukan kepada
manusia agar mereka memahaminya.
Novel Dunia Sophie karya Jostein Gaarder
Salah satu buku filsafat favoritku
Hakikat kekal hanya bisa diungkapkan oleh Ia yang kekal, mana mungkin sesuatu yang tidak kekal dapat mengungkapkan hakikat yang tidak mungkin ia lakukan.
Jadi Dia memberikan contoh-contoh ini bukan untuk membuat diri-Nya Maha
Besar, karena dari dulu Dia sudah Maha Besar. Entah kau mengucapkannya jutaan
kali, Allah sudah Maha Besar. Hal ini tidak ada manfaatnya bagi Allah. Dia
memberitahukannya padamu. Allah berfirman dalam Quran bahwa Allah tidak
membutuhkanmu, kaulah yang membutuhkannya.
Jadi ketika kita memuji-Nya dan ini bagian dari psikologi manusia, bahwa
orang yang kau puji, orang yang kau agungkan, maka kau cenderung mengikuti
nasihatnya. Dengan mengikuti nasihat-Nya, hal ini tidak bermanfaat bagi-Nya,
melainkan bermanfaat bagimu. Dia dari dulu sudah Maha Besar, Dia dari dulu
sudah Maha Penyayang.
Jadi ini adalah aturan yang diturunkan, Dia Pencipta kita jadi Dia tahu
jalan pikiran kita. Jadi alasan Dia berfirman tentang ini… misalnya kau adalah
murid ilmu pengetahuan, benar? Pada saat aku mengetahui bahwa Allah mewahyukan
fakta-fakta ilmiah yang baru kita ketahui di zaman sekarang, maka hal ini
menambah keimananku pada Allah.
Allah berfirman dalam surat Fussilat (41):53, “Kami akan memperlihatkan
kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri
mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar.” Jadi
Allah memberikan contoh-contoh ini karena bermanfaat bagi kita. Ini tidak
bermanfaat bagi-Nya.
Ini bermanfaat bagi kita sehingga Dia memberikan kita kesempatan untuk
mengikuti-Nya sehingga kita masuk surga. Semoga menjawab pertanyaanmu,
Saudaraku!
Aku mengenali kekuatan-Nya dan aku
mengerti bahwa Dia luar biasa, dan seterusnya atas apa yang telah
dilakukan-Nya, tapi apakah aku harus takjub atas pencapaian-Nya menciptakan
alam semesta ini? Karena bagiku, Dia menciptakannya begitu mudah.
Faktanya adalah Dia tidak mencoba membuktikan bahwa Dia hebat, jika kau
percaya bahwa bagi-Nya ini sangat mudah, jadi apakah seseorang akan berbohong?
Tidak. Jadi jika Dia berkata, “Jangan minum khamr.”, maka kau tidak akan
mempertanyakannya.
Aku mungkin mematuhi-Nya, tapi
apakah aku harus takjub dengan ciptaan-Nya seperti yang difirmankan dalam
Quran?
Aku berkata: Jika aku percaya bahwa manusia adalah makhluk-Nya yang
lebih baik, maka aku takjub dan aku mengucapkan Alhamdulillah karena Dia telah
menciptakanku lebih baik dari itu. Jadi aku takjub karena Dia menciptakan
gunung-gunung dan bintang, Dia menciptakan matahari, aahh… tapi Dia juga
menciptakan Zakir Naik. Dia menciptakan manusia. Dan kita adalah ciptaan
terbaik. Jadi Dia memberikan contoh-contoh ini. Sehingga kita menyadari betapa
banyak yang telah diberikan-Nya kepada kita. Semua karunia-Nya telah diberikan
kepada kita.
Dia berfirman tentang ilmiah, proton, gunung-gunung, dan pada akhirnya
Dia berfirman, “Manusia adalah ciptaan terbaik.” Jadi dalam perbandingannya,
kita harus setuju bahwa Sang Pencipta menciptakan jasad ini, molekulnya,
DNA-nya, hal-hal rumit, yang tak mungkin tercipta dengan sendirinya. Jadi kita
takjub dengan penciptaan manusia dan kemudian kita tunduk pada-Nya.
Jika kau tidak takjub, hanya dengan perasaan takjublah kita tunduk. Dia
Pencipta kita, Dia pantas disembah. Tidak ada orang lain yang bisa melakukan
itu. Ini membuat kita menyembah-Nya dan kita melalui ujian-Nya dan kita masuk
surga.
Jika Bill Gates memberikanku $100
dollar, apakah aku harus takjub bahwa dia telah memberikanku uang segitu?
Saudara, pertanyaannya adalah: Kenapa Bill Gates harus memberikanmu
$100? Jika orang biasa yang memberikanmu $100, kau tidak perlu takjub. Tapi
BILL GATES, memberikanmu $100. Inilah yang diberikannya padamu, kenapa dia
memberikannya padamu, kenapa tidak kepada orang lain? Kenapa? Pertanyaannya
adalah kenapa dia memberikanmu? Bukan orang biasa atau orang yang tak kau kenal
di jalan memberikanmu $100, tapi BILL GATES!
Jadi seharusnya aku tidak takjub
karena dia memberikanku uang, aku harusnya takjub karena DIALAH yang memberikan
uangnya.
You may say I’m a dreamer
But I’m not the only one
I hope someday you’ll join us
And the world will be as one
Aku juga punya banyak pertanyaan, kita semua punya banyak pertanyaan
dalam hidup, kita sama-sama mencari kebenaran, bukan mendebat pembenaran, mengapa
tidak kita cari bersama jawaban kebenaran itu. Seperti matematika yang selalu
mengajari kita untuk mencari Persamaan.




Teteeeh suka sama bahasan filsafatnya, apalagi tentang konsep Tuhan :) Meskipun sebenernya agak pusing kalau belajar matkul ini di kampus hehe.
ReplyDeleteAAWWWEEEESSSOOOOMMMEEEEEEEEE!!!!!! kerenteh, rangkuman luar biasa dari pembahasan mengenai hal yang sering dianggap berat tapi dibalut secara apik sehingga membuat ini menjadi menarik untuk dibaca sampai akhir, walaupun menurut saya ini anti klimaks hahaha
ReplyDeleteentah mengapa saya sendiri merasa terharu membaca artikel ini, artikel ini kembali mengingatkan saya tentang apa yang seharusnya manusia lakukan didunia dan pencapaian apa yang sebenarnya harus kita targetkan selama hidup didunia, karena pada saat ini kebanyakan manusia hanya mengejar target yang sangat duniawi sekali (saya pun demikian) padahal kenapa kita tidak tergoda dengan syurga firdaus? itu ga semua orang loh yang bisa masuk situ, hanya orang orang tertentu dengan standar tertentu yang bisa mendapatkannya hm... sekali lagi terimakasih telah mengingatkan saya...
sebelumnya maaf teh baru bisa baca secara serius sekarang hehe
bagus sekali kak untuk dibaca
ReplyDeleteasuransi gratis axa direct