Mahasiswa Berspirit Renta

Aku selalu berpikir kalau kuliah akan semenakjubkan Akademi Plato, dengan dosen inspiratif seperti Diogenes, sang gelandangan intelektual.

sumber : klik disini
sumber : klik disini

Tapi terkadang aku menemukan hal seperti, “Kuliah itu hanya formalitas.” atau “Mengajar berarti hanya menukarkan waktu dan ilmunya dengan uang.”, juga hal seperti, ”Ayo kita nikmati keindahan rumus-rumus ini!” atau “That is the beauty of engineering.

College is always out of my expectation, for good things and also bad things.
Entah kemana kan kubawa diriku pergi
Karena ku terjebak dalam sistem industri
Lahir – sekolah – bekerja – mati
Sistem hidupku berpatok pada materi
(Bondan Prakoso & Fade2Black – SOS)

Aku baru memulai kuliahku di tahun 2012, ya terlambat 2 tahun dari seharusnya. Karena sekolahku, SMK Negeri 1 Cimahi (dulu namanya STM Pembangunan Bandung), memiliki sistem kurikulum 4 tahun. Sistem ini mewajibkan kami melakukan Prakerin (Praktik Kerja Industri) di tahun ke-4, artinya kami tidak belajar secara formal di dalam kelas, tapi berada di dunia industri yang sebenarnya, sistem itu menyenangkan dan menguntungkan, terutama bagi mereka yang berniat langsung bekerja setelah lulus, dan itu alasan major mereka memutuskan untuk bersekolah disana, kan!

sekolahku, STM Pembangunan Bandung

Hanya transit, itulah alasan awalku bersekolah disana, dengan berat hati. But thanks God I spend my wonderful 4 years there!

“…ini tentang edukasi yang tak terdapat dari sekolah ataupun skripsi.”
(lirik Bondan Prakoso and Fade2Black – Waktu)
Beberapa teman dekatku memutuskan untuk langsung kuliah setelah lulus tingkat 4, mereka memantapkan diri dengan mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan masuk Seleksi Perguruan Tinggi Negeri, tidak sedikit yang memilih “banting stir” dari bidang keilmuan selama di SMK. Hasil yang didapat sesuai harapan mereka, masuk universitas negeri idaman, bagaimana denganku? Ya, gagal, menangis di kolong meja di kamarku sampai tertidur, dan berharap saat terbangun nanti semua itu hanya mimpi. Tapi kalaupun aku berhasil saat itu, akan lebih menyakitkan, karena aku tetap tidak bisa kuliah di tahun itu, masalah ekonomi keluarga.


Dan sekarang, aku sudah sampai di semester 6, mendapatkan apa yang aku inginkan, IP tinggi, prestasi, ke luar negeri, tapi tetap mencapai titik jenuh, mulai bosan kuliah, kehilangan tujuan dan tidak peduli lagi dengan nilai. Hah terdengar sangat tidak bersyukur, kan? Sampai aku menemukan chat yang pernah aku lakukan bersama sahabatku, sebelum aku kuliah.

Sahabatku menuliskan percakapan itu di facebooknya. A inisial untuk Anita dan N inisial untuk Nearuu.

Suatu hari dua orang cewek kritis terlibat percakapan,

N: Assalaamu'alaikum.wr.wb. emang si @#%#% mau nikah ya?

A : Kumsalam. Wah, kapan? Teu ngomong2 *(Tidak memberi tahu)

N: Its a.. "secret". ga tau sih, mungkin baru niatan, belum jauh #shock

A: Aku juga niat atuh..haha. Tapi kalau ga salah  ##% sama ^*& tuh kaya yang udah bertarget nikah gitu sama #### ( sengaja disamarkan untuk menjaga privasi kelompok tertentu :p)

N: Gaya,hidupnya. Takdir aku cemana ya. Kayanya jauh dari masa muda. masa berkarya, maupun masa rumah tangga. Alias geje. Feel envious :)

A: iyah, ngiri. Asa jauh banget.

N: Tapi kamu anak muda dengan jiwa muda. Gue anak muda dengan spirit renta.

A: Yah, yang penting punya karakter.
Aku belajar banyak semenjak PKL (Praktik Kerja Lapangan),  ternyata Allah memang ngasih yang kita butuhin. Walaupun kita harus ngalamin gejolak hati (iri, kesepian, marah) tapi setelah itu dibayar dengan ga terduga dan lebih dari orang yang bikin aku iri.. haha Anita’s theory.

N: Benarkah. Bisa kamu kasih contoh kasusnya kalau ga keberatan? Yeah.. belum tentu apa yang menurut kita ideal adalah yang paling mengembangkan karakter positif kita #talkaboutlife

A: No.1 Aku ngiri sama  #@$ dan ^&^&$ yang pergi PKL duluan karna mereka anak cerdas di kelas, ternyata tempat PKL aku lebih asik dan KEREN.
No.2 Masih dengan orang yang sama, aku ngiri berat mereka bisa lulus snmptn n kuliah lebih cepet dari aku, tapi ternyata kerjaan aku keren abis dan aku udah punya pegangan setelah lulus S1 untuk kerja.

N: Yeah.. aku suka mikir.. apa jenius itu selamanya asik? terbaik? satu2nya cara untuk melangkah di usia muda?
   
Gimana dengan anak muda yang berkarya, bersyukur, bermimpi, menerima keadaan, ga menyesali pilihannya yang ga pernah banyak. Pilihan yang baik, meski kadang ga sesuai.
 
When we meet, we should talk more about this.

A: Iah, hayu kita bikin buku . Target aku akan bikin buku maksimal 1 selama aku kuliah, lebih banyak lebih baik apalagi bisa dijual, hahahaaa'

A: Eh minimal

N: Hha. Akhir2 ini aku rajin ngetik note di FB.. mungkin kamu harus baca dan kasih komen ke aku tentang note2nya.

Kayanya percakapan ini juga bakal aku buat note, if you dont mind, just so people know, there are SEVERAL ways to be human of value.

A: Tah eta tujuan na teh, kan pengalaman adalah guru yang terbaik, tapi kita ga punya cukup waktu untuk mengalami semuanya, jadi harus berguru sama pengalaman orang..hehe another statement. Aku orang yang berjuang sebagai karyawan untuk menjadi mahasiswa, ( dimana orang lain melakukan sebaliknya )

N: haha, Aku bangga punya teman yang berjiwa mahasiswa, dan bukannya teman yang sekedar berstatus mahasiswa .


Saat dipublish di FB mungkin ini kedengaran kejam, tapi apa tidak apa2, menjadi mahasiswa karna belum mau bekerja? belum butuh penghasilan? belum ada tanggungan ? takut dicap pengangguran tanpa aktivitas ?

Kedengaran sirik betul lah.. tapi memang sih. hhe.

A: hahaha tapi memang itu yang aku rasain kok.. walau akhirnya terrnyata memang lebih baik kerja dulu agar kita lebih menghargai ilmu n apa arti kerja keras itu,

N: Mungkin juga agar kita menghargai pilihan yang ditetapkan buat kita, ternyata meski ga diharapkan, tetap menyimpan hikmah yang cukup besar..dan asik :)

A: Asa keren ya bahasa kita .. haha.

N: Ga banyak yang tau kalau aku keren  ##%, kalau kamu mungkin udah well known, haha.
"it's a long.. long.. journey. till i know where i suppose to be. it's a long.. long.. journey..and i dont know if i can believe." Ost at the dolphin bay.

End of the show. seemed miss "A" was asleep.


Wassalaamu'alaikum.wr.wb.

sumber : www.facebook.com

Dan sekarang aku ingin melakukan sesuatu, sebagai Mahasiswa, tidak sekedar menjadi pendengar pada suatu seminar, penonton di acara talk show, yang hanya bertepuk tangan dan mengikuti skenario, hey saat aku SD dulu, aku sering sekali mendengar pemberitaan tentang demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa,seperti yang dilakukan Soe Hok Gie,  tapi aku tidak punya kemampuan melakukan hal semacam itu. I wanna do something useful and helpful.

sumber : klik disini

Aku, mahasiswi teknik, sangat ingin menutup mata dan telinga dari berita-berita politik, tapi aku juga punya tanggung jawab moral terhadap kehidupan sosial di sekitarku, kan! Apa cara yang tepat untuk protes terhadap dunia, menjadi teroris? Agamaku melarang menganiaya dan jangan biarkan diri dianiaya.

Dan kenapa channel-channel itu suka sekali menayangkan program yang selain tidak mendidik juga tidak entertain. Stupid lame scenes of sinetrons, ridiculous lyrics and music videos, foolish conversation of people’s representative, and also degradation mentality of our government. Maaf terlalu emosional.

Menyerang tanpa kekerasan, seperti lagu dari para pemain teater  Celah-celah Langit ini.


main drama di indonesia
membuat kita tak berharga
kenapa tidak lahir di amerika
karena budaya jadi dewa
 sial benar-benar sial
amerika ya amerika
 ini membuatku terluka
akan ketidakadilan dunia
tapi aku takkan pernah menyerah
bahkan pada amerika
 amerika ya amerika
sial benar,benar-benar sialan
 pejabat main drama
menterinya main drama
presiden main drama
kpk main drama
gubernur main drama
walikota main drama
orang-orang main drama
SEMUA ORANG MAIN DRAMA!
Hingga aku setuju dengan Diogenes sang filsuf dari Sinope, bahwa menyerang tidak perlu dengan kekerasan, tapi dengan mencemooh perilaku masyarakat yang dianggap beradab secara umum, disebut Majas Sinisme.

Diogenes terlihat membawa lampu di siang hari, jika ditanya maka ia akan menjawab, “Sedang mencari orang jujur yang sulit ditemukan.”

Saat Plato mengajarkan definisi yang salah kepada para muridnya bahwa manusia adalah makhluk hidup dengan dua kaki tanpa bulu, maka Diogenes tidak membantah Plato justru ia akan membawa seekor ayam yang digunduli dan menyebutnya manusia.

Ia pernah ditangkap pembajak dan dijual sebagai budak. Pembelinya bernama Xeniades, bertanya tentang kemampuannya,

Diogenes       : “Aku tidak punya kemampuan apa-apa selain mengelola manusia.”
Xeniades       : “Apa maksudmu mengelola manusia?”
Diogenes       : “Aku hanya cocok untuk dibeli oleh orang yang memerlukan aku sebagai tuannya.”

Xeniades menyadari bahwa ia bukan orang sembarangan dan memintanya untuk menjadi guru bagi 2 anaknya.

Dialog Raja Alexander yang Agung dengan Diogenes, saat ia yang gelandangan sedang berjemur di pinggiran jalan

Alexander     : “Apakah yang dapat saya berikan untukmu wahai Diogenes?”
Diogenes       : “Berikan jalan bagi sinar matahariku.”
Alexander     : “Jika aku bukan menjadi Alexander, aku ingin menjadi Diogenes.”

Dialog lainnya.

Alexander     : “Apa yang sedang kau lakukan?”
Diogenes       : “Aku sedang mencari tulang belulang moyangmu, tapi aku gagal membedakan tulang                           moyangmu dan tulang para budak.”

Aku suka video ini, karena liriknya juga, ah kenapa TV kita lebih senang menayangkan mereka yang “bukan musisi” , dengan syair tanpa pesan moral, dengan video pendegradasi mental?

Protest The Hero - Blindfolds Aside

Daripada banyak acara TV yang disensor, kenapa tidak dihapuskan saja sekalian. “Daripada nonton Gosip, mending nonton Discovery Channel, jang!”, kata dosenku. Dan kenapa hanya TVRI yang menayangkan acara tentang bagaimana teknik bercocok tanam yang baik, bagaimana memanfaatkan lahan terbatas untuk menjadi lebih hijau, teknik urban farming, bukankah kita ini di negeri agraris dan juga bahari, aku berharap setiap TV menayangkan teknik bertani atau melaut yang baik dan aman, yang dikemas semenarik mungkin, bukankah selalu ada skripsi dan tesis tiap tahunnya, bukankah selalu ada terobosan terbaru dari universitas-universitas terbaik kita. Aku hanya bisa menyuarakan, tanpa tindakan, menyedihkan!



Kenapa saat SD tidak diajarkan cara berlalu lintas yang baik, aku justru baru mengetahui saat ujian teori membuat SIM. Kenapa terlalu banyak yang diajarkan di sekolah tapi hanya beberapa yang diujikan. Kenapa hanya mengajarkan, tanpa memberi pendidikan?

Video ini membuka pikiranku

Kenapa mereka berebut menjadi pemimpin, padahal sejak aku SD hingga sekarang sulit sekali menentukan siapa yang bersedia menjadi Ketua Murid di kelas, apalagi ketua ekstrakulikuler, bahkan menentukan pemimpin shalat juga susah.

Kenapa pelajaran sejarah diremehkan, justru hanya untuk dihapalkan, dan selesai. Bukankah para engineer mencatat segala kesalahan sebelum-sebelumnya dan dijadikan parameter untuk dianalisis demi perubahan dan kehandalan yang lebih baik?

JANGAN TERLALU MENDEWAKAN INGATAN KITA!
(Dosen)
“Budaya kita ini masih rabun membaca dan pincang menulis.”
(Salah satu pembicara di NFEC 2012)
“Catat setiap error dan perbaikannya, supaya tidak diulang-ulang lagi kesalahannya oleh adik-adik kalian, sama saja seperti membuang waktu riset bertahun-tahun yang lalu, nak!”, kata dosenku.
Founding Father Indonesia dulu itu masih bersih, pemikirannya hanya untuk membangun negara yang berdaulat dan makmur, itu baru negarawan, membebaskan rakyat dari kesengsaraan, mereka sudah mempertimbangkan kemungkinannya, tapi sekarang kan sudah dicampuri urusan bisnis, mereka cuma wiraswastawan.”, kata pamanku.
sumber : klik disini

sumber : klik disini

Ah ingin sekali aku memberikan sesuatu untuk para veteran, mendengar kisah heroik mereka, mungkin cukup bijak bila salah satu pelajaran di SD diisi oleh kisah para veteran, seperti kakek yang bercerita dan memberi pesan untuk cucu-cucunya, sebelum mereka semua pergi dari dunia ini.


sumber : klik disini


Atau menjadi agenda wajib setiap siswa melakukan wisata ke penjara, untuk diperlihatkan bagaimana kesengsaraan para pelaku kejahatan, bagaimana kengerian kehidupan disana, bagaimana pengaruhnya bagi keluarga, untuk menumbuhkan efek jera dan menciptakan budaya malu.


Ya, dan semua ini hanya akan berakhir sebagai wacana, aku terlalu sibuk mengurusi kuliah dan nilai. Apa yang bisa dilakukan mahasiswa?

Comments

  1. apa kontribusi saya apa ? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? apa? APAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA??????... berteriak samapai tertidur

    setelah bangun dia lupa dengan apa yang dia pikirkan sebelum dia tertidur dan berjalan tanpa beban.

    itulah siklus tai.

    dan itulah yang saya alami, saya tai. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. mal agak disensor bagian itunya, jadi salah satu pembaca dari USA itu elu lagi elu lagi ya :D

      Delete
  2. hayu kita ngapain !
    tercerahkan nih
    malu semalu malunya nih aku . ngaku Indonesia tapi belom bisa ngasih apa-apa ke negerinya

    ReplyDelete

Post a Comment